Bernostalgia di Kota Lama Semarang

 

Gedung Spiegel yang sudah di pugar


Kota Semarang memiliki bukti bukti peninggalan sejarah yang panjang. Salah satunya yang sedang direvitalisasi sebagai cagar budaya saat ini adalah kawasan Kota Lama Semarang. Kota Lama Semarang menjadi saksi bahwa pemerintah Hindia Belanda pernah membangun kawasan ini. Peninggalan yang ada berupa bangunan bangunan kuno yang megah dengan bercorak arsitektur Eropa dari abad ke 16 sampai abad 19. Bagiku tempat ini adalah tempat yang favorit untuk melepas penat dan lelah, karena selain untuk jalan-jalan, hunting foto, kita juga bisa belajar tentang sejarah. Tapi ada yang lebih spesial lagi bagiku karena di tempat ini pertama kali aku jalan jalan bersama teman hidupku, hehehe... Kota lama semarang selalu memikat wisatawan karena keindahannya dan keunikannya setiap weekend selalu ramai di kunjungi oleh wisatawan.  Disini juga banyak tersebar tempat hiburan, cafe kopi dan kuliner. Kota lama semarang juga mendapat julukan " The Little Netherland "  atau pada zaman dahulu disebut juga " Oude Stad "


sudut jalan di kota lama

Perjalananku kali ini adalah menuju sebuah kafe bernama tekodeko koffiehuis, Uniknya kafe ini menggunakan bekas bangunan peinggalan zaman Belanda, Jadi nuasnsa klasik dan retronya begitu kental dan terasa. Di balut dengan nuansa yang modern dan kekinian, membuat kafe ini menjadi spot foto instagramable. Aku dan istriku memesan kopi sambil bernostalgia mengenang cerita masa lalu. Di kafe ini juga tersedia beragam makanan dan minuman, seperti kopi klasik hingga kopi kekinian.


Menikmati kopi di Cafe Tekodeko


 




Selanjutnya aku jalan jalan ke Semarang contemporary art gallery di kota lama. Semarang art gallery adalah gedung untuk memamerkan dan memperkenalkan karya seni kontemporer seperti patung, lukisan dan lain-lain,  Gedung ini juga merupakan peninggalan Hindia Belanda yang di pugar kembali sejak tahun 2007. Terdapat karya seni yang menarik disini baik dari seniman lokal maupun mancanegara.

Tiket Semarang Gallery



Pemandangan dari lantai atas Semarang Art Gallery







Di kota lama sendiri terdapat bangunan yang menjadi ikonik seperti gereja Blenduk. Bangunan isi masih terawat dengan baik dan masih digunakan hingga saat ini. Gereja blenduk sendiri pertama kali dibangun pada tahun 1753 dan kemudian pemerintah Hindia Belanda memugar kembali pada tahun 1894. Dengan gaya arsitektur Neoklasik yang mirip gereja gereja di eropa pada abad ke 17 dan 18 dengan ciri khas menggunakan kubah sebagai penutup atap.


Ikon Kota Lama Semarang, Gereja Blenduk


Beberapa spot foto yang menarik seperti rumah akar. Spot foto ini terbilang unik karena ada pohon yang tumbuh di dinding dengan akar yang menjulur keluar. Karena sudah ada sejak dari zaman dahulu. Menurut sumber di google rumah akar dulunya adalah gedung NV Dagblad de Locomotief  , Perusahaan koran dengan bahasa Belanda tertua di Semarang. 





Rumah akar yang instagramable







Jalan di kota lama


Gedung weeskamer juga merupakan gedung peninggalan kolonial yang sudah di pugar. dahulunya gedung ini digunakan sebagai kantor pengelolaan harta warisan. Didirikan sejak tahun 1624 dan merupakan salah satu bangunan cagar budaya di kota lama Semarang.  Selain itu ada gedung Marba yang dahulu merupakan sebuah toko barang -barang rumah tangga impor yang terkenal. Di bangun pada tahun 1904 dan sempat berganti ganti pemilik. Yang terakhir namanya sempat diabadikan menjadi nama gedung yang di ambil dari nama Marta Barjunet. Seorang saudagar kaya dari Yaman.

Gedung Weeskamer

Gedung Marba


Semarang adalah kota kelahiran, kemanapun aku pergi merantau. aku akan tetap kembali pulang ke Semarang. Setiap sudut kota adalah ingatan. Kota lama Semarang adalah kenangan.


Cerita dari Kota lama Semarang
14 Mei 2022

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menyusuri cerita masa lalu di Kota lama Banyumas.

Menjelajahi Pulau Menjangan, Bali Barat