Jelajah Sejarah, Benteng Van der Wijck

 

Sudut benteng Van der Wijck.

Akhirnya selama aku tinggal di cilacap, aku bisa mengunjungi kota Kebumen. Kebumen menurutku identik dengan kota penghasil.sarang burung walet. Selain itu di kota ini juga terdapat pantai karst yang sangat indah seperti pantai menganti, goa jatijajar yang terkenal dan terdapat juga bangunan bersejarah peninggalan pemerintah Hindia Belanda seperti benteng Van der Wijck. Aku ingin mengunjungi benteng bersejarah ini dari dulu. Aku memulai perjalanan dengan sepeda motor dari kota Cilacap.  Perjalanan kali ini aku ditemani dengan istri tercinta, dari Cilacap memakan waktu sekitar 2 jam. Jalur yang kulalui merupakan jalur selatan pulau jawa yang terus terhubung hingga yogyakarta. Sebetulnya benteng Van der Wijck terletak di daerah Gombong sekitar 17 km ke arah barat ari kota kebumen. Akhirnya dengan berbekal gmaps aku sampai juga di benteng ini.


Benteng Van der Wijck dari depan



Dibangun tahun 1818

Benteng tampak dari atas





Sejarah benteng Van der Wijck sendiri sepertinya di bangun pada tahun 1818, merupakan benteng pertahanan pemerintah Hindia Belanda. Benteng ini menjadi benteng pertahanan persegi delapan satu-satunya yang terdapat di Indonesia. Nama benteng ini diambil dari nama komandan perang bernama Van der Wijck yang berjasa dalam perlawanan rakyat Aceh. Sebelum menjadi benteng pertahanan dan pengintaian, benteng ini difungsikan sebagai tempat kongsi dagang oleh VOC (Vereenidge Oostindische Compagnie). Pada saat zaman penjajahan Jepang benteng ini digunakan sebagai tempat latihan anggota PETA (Pembela Tanah Air). Sekarang benteng ini beralih fungsi menjadi tempat wisata dan studi sejarah. Untuk harga tiket nya 25 ribu rupiah  dan jam buka 08.00 sampai 17.00. Jika membawa motor dikenakan parkir 3.000 rupiah dan mobil 5.000 rupiah. Untuk fasilitasnya ada tempat menginap di sekitar benteng, mushola, tempat kuliner, kolam renang dan kereta mini yang terdapat diatas benteng.

Bagian dalam benteng

Kaca patri

Tangga menuju lantai atas



Aku menaiki kereta wisata yang ada di atas benteng. pemandangan dari atas kita bisa melihat benteng dari sisi atas. Sekitar 2 jam berkeliling dan foto foto akhirnya aku memutuskan untuk pulang menuju kota cilacap. oh iya sebelum kita pulang kita mampir ke warung sate ayam khas ambal bu Gandhis kebumen. Sate ayam khas ambal sendiri memiliki keunikan karena menggunakan bumbu tempe.




Sate ayam khas Ambal



Sekian cerita perjalananku jalan-jalan ke kota kebumen, 
Semoga bangunan bersejarah ini tetap lestari dan terjaga, karena merupakan benda cagar budaya yang mewakili sejarah dari bangsa Indonesia. 


Cerita dari benteng Van der Wijck.
Gombong, Jawa tengah.


"Jangan takut akan perubahan. Kita mungkin kehilangan sesuatu yang baik, namun kita akan peroleh sesuatu yang lebih baik lagi"


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menyusuri cerita masa lalu di Kota lama Banyumas.

Bernostalgia di Kota Lama Semarang

Menjelajahi Pulau Menjangan, Bali Barat