 |
| Goa Gong Pacitan |
Akhir tahun 2025 kemarin , aku jalan jalan mengeksplore keindahan kabupaten Pacitan. Perjalanan trip kali ini aku berangkat dari kota Semarang. Sebelumnya aku juga sudah pernah ke pacitan pada tahun 2016. waktu itu aku jalan-jalan bersama temen-temen dari backpacker Semarang. Namun kali ini destinasi pilihanku sedikit berbeda, aku mengunjungi pantai kasap, pantai watu karung, susur kali cokel dan menuju goa Gong. Ini kedua kalinya aku masuk ke dalam goa gong. Banyak yang bilang goa gong merupkan goa terindah yang berada di Asia Tenggara. Kabupaten Pacitan sendiri merupkan penghasil batu akik yang terkenal. Di pacitan banyak terdapat goa alami sehingga kota ini disebut sebagai kota 1001 goa. Aku sendiri menginap di homestay dekat pantai Teleng Ria pacitan selama 3 hari 2 malam.
 |
| Stalaktit di goa gong |
 |
Ukiran alami di dinding goa gong
|
Goa gong
merupakan goa yang terletak di daerah desa bomo, kecamatan Punung. Kabupaten
Pacitan. Di sepanjang jalan menuju goa adalah perbukitan kapur (karst) yang
memanjang di selatan pulau Jawa. Terletak
sekitar 30 km barat daya kota pacitan. Penamaan gua gong konon dahulu orang
orang di sekitar goa sering mendengar bunyi gong dari dalam goa, bunyi gong
sendiri merupakan suara tetesan air yang menggema di dalam ruangan.
Awal mula ditemukannya diceritakan pada tahun 1924 oleh dua orang sesepuh dari Pacitan yang bernama mbah Noyosemito dan mbah Joyorejo. dikisahkan bahwa dulu di desa sekitar mengalami musibah kekeringan hebat yang mengakibatkan kekurangan air bersih. Sehingga beliau pergi mencari air bersih di sekitar desa. Dan menemukan air di dalam goa ini.
 |
Mata air di dalam goa
|
 |
| Lampu berwarna-warni di dalam goa |
Goa Gong mulai dibuka kembali untuk umum pada tahun 1995. Pemerintah kabupaten Pacitan kemudian memberikan fasilitas pagar pengaman di dalam goa, beberapa kipas angin yang berfungsi agar udara menjadi sejuk dan tata lampu yang berwarna-warni, memberikan keindahan stalaktit dan stalagmit di dalam goa gong. Kita akan menelusuri jalanan setapak dari mulut goa sampai pintu keluar sepanjang 256 meter. Di dalam goa terdapat stalaktit dan stalagmit dengan bentuk yang unik dan indah, stalgmit ini di padukan dengan cahaya lampu yang berwarna-warni sehingga makin terlihat eksotis. Kita akan dibuat takjub dengan keindahan batuan stalaktit dan stalagmit di dalam goa.
Di sekitar jalan menuju parkiran terdapat banyak penjual yang berjualan makanan khas, baju, pernak pernik kota pacitan dan permata batu akik. Setelah selesai mengunjungi goa, aku kembali ke kota pacitan. Malam harinya aku menuju ke alun-alun kota pacitan dan mencoba kuliner tahu tek.
25 Desember 2025
Travel makes one modest, you see what a tiny place you occupy in the world." -Gustave Flaubert
(Bepergian menjadikanmu sederhana, kamu melihat betapa kecilnya tempat yang kamu tinggali di dunia)
Komentar
Posting Komentar